{[['
']]}
Republik Jungkir Balik
Posted by Admin
Posted on 11:05
with 1 comment
Republik Jungkir Balik. Surabaya, tahun 1645. Diperkirakan lebih dari 100.000 penduduk terpaksa mengungsi ke luar kota. Kebanyakan hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh, karena dalam situasi kepanikan, mereka tidak sempat memikirkan untuk membawa harta benda. Kesengsaraan yang diderita oleh pengungsi tersebut berlanjut selama berbulan-bulan, sebelum mereka berani kembali ke kota yang hancur.
Keluarga Kartidjo merupakan salah satu dari beribu-ribu keluarga yang ikut dalam konflik kehidupan yang pelik. Senasib sepenanggungan, mereka berjuang mempertahankan hidup. Seiring dengan beranjak dewasanya anak-anak Kartidjo, ditangkapnya Saputra oleh Belanda sehingga Sumini yang cantik dan menarik rela menjadi pelayan nafsu sinyo-sinyo penjara Herenstraat.
Pergolakan antara nilai nurani dengan kemanusiaan, mampu diolah secara apik oleh Suparto Brata dalam novel ini. Perjuangan manusia untuk tetap mempertahankan kelangsungan hidup atau memilih menyerah karena memegang teguh nilai-nilai kebenaran nurani. Ya, negri ini memang telah "Jungkir Balik". Di mana ukuran mengenai kebenaran atau kekeliruan menjadi sangat relatif kedudukannya. Bagaimana Kartidjo menjalankan hidupnya? Dan pilihan-pilihan apa yang diambilnya.
{[['
']]}
Saputangan Gambar Naga
Posted by Admin
Posted on 11:03
with 3 comments
Saputangan Gambar Naga. Bus ‘Kudaku Lari’ bagaikan kuda larat masuk ke jalan bebas hambatan Surabaya—Gresik yang baru diresmikan presiden dua bulan yang lalu.
Bus itu berangkat dari Tuban, tujuan Surabaya.
Sopir bus, seorang laki-laki berkumis tebal seperti wayang orang Gatutkaca, memandang lurus ke depan, berkonsentrasi penuh. Kecepatan laju bus dan gerang mesinnya membuat suasana dalam bus itu sunyi senyap. Awak bus dan penumpangnya tercekam menikmati ‘Kudaku Lari’ yang melaju di atas jalan aspal yang halus, mulus, dan lurus!
Di belakang sopir, duduk seorang gadis bermata sipit. Matanya memandang lurus ke depan seperti sang sopir, tapi bibirnya menggumamkan senyum, sikapnya santai, sama sekali tidak terlibat ketegangan sekitarnya. Jelas nenek moyangnya orang Cina. Dan, itu lebih dijelaskan dengan tata rambutnya yang panjang, hitam, dikepang dua. Tata rambut ini sengaja dibikin semirip mungkin dengan zaman Kubilai Khan, ketika di negeri nenek moyangnya sana, baik laki-laki maupun perempuan berambut panjang dan dikepang seperti itu.
Aneh juga, meski sudah lima belas keturunan, tata rambut ini masih disenangi oleh gadis yang duduk di belakang pengemudi bus ‘Kudaku Lari’ itu. Tanda-tanda bahwa dia masih kuat ingin meniru leluhurnya tampak juga pada baju yang dikenakan. Ia mengenakan baju sutera hijau berlengan pendek sehingga tampak lengannya yang mulus
{[['
']]}
Donyane Wong Culika
Posted by Admin
Posted on 10:03
with No comments
DONYANÉ WONG CULIKA. Ini cerita Jawa. Bahasa Jawa, rasa Jawa, pikiran Jawa di Tanah Jawa abad 20.
Ini cerita orang Jawa di desa, di sawah, di kota, di rumah kampung, di rumah gedung, di hotel, di guest-house, di istana raja. Ini cerita penghidupan Sabar kusir dokar, Wongsotukiran yang gugontuhonen, Nini Sali janda tua tanpa keluwarga, Barman si penjual kelapa, Painem bocah kurus penyakitan, Dalimin yang setia kepada majikan bangsawannya, Kariya Mentes petani yang usaha perusahaan batu bata,, Den Darmin yang idealis, Ki Pratiknya dalang wayang, Ndara Kangjeng Jodi bangsawan yang menguber cintanya, Jumilah perawan desa yang Gerwani, Sangkarku penabuh gamelan yang seniman Lekra, Ndrajeng Manik putri kraton, Ndara Jemba putri bangsawan tanpa ayah, Sastra Kentrung guru tulis yang buta, Nyi Lurah Badrakirana pesinden istana raja, Santinet tukang kridit kain, Bonet mahasiswa, Steffy Tjia etnis Cina yang patriot Indonesia. Dan banyak lagi tokoh berkarakter beda di cerita DONYANÉ WONG CULIKA yang arti judul itu (INDONESIA) NEGERINYA ORANG CURANG. Buku ini menceritakan orang Jawa zaman Belanda, zaman perjuangan melawan Belanda, zaman Jogjakarta Ibu Kota RI, zaman Nasakom (Nasional-Agama-Komunis), zaman Orde Baru. Ini cerita orang Jawa, kebiasaannya, wataknya, perasaannya, pikirannya, pekertinya, polah-tingkahnya, pekerjaannya, sandang-pangannya, budayanya, agamanya, zamannya, negaranya, sejarahnya, buminya, keadaan alamnya, nasibnya, takdirnya, jantra kehidupannya, dan barangkali ramalan masa depannya.{[['
']]}
Cintrong Paju Pat
Posted by Admin
Posted on 09:51
with No comments
CINTRONG PAJU-PAT. Luhur direktur muda perusahaan iklan di Jakarta dijodohkan dengan Abrit Mayamaya, bintang senotron. Sebetulnya masih sama-sama mau mempertimbangkan keputusannya, saling menyelidik pribadi lawan masing-masing.
Di kantor periklanan menerima karyawati baru bernama Lirih Nagari yang dikaryakan pada bidang komputer. Karena jaringan komputer sering rusak Lirih membawa ahli teknik Trengginas untuk memperbaiki jaringan komputer di kantornya.
Ternyata Trengginas adalah teman tercinta Abrit Mayamaya ketika menjadi “Arèk ITS Cuk!” di Surabaya. Sedang Luhur, ketika kemudian bertemu Lirih, tahu bahwa karyawati baru itu pernah berjumpa mesra dengan Luhur di lokasi syuting Abrit. Lalu, bagaimana akhir kisah cinta segi empat itu? Meskipun buku sastra Jawa, hebohnya dan aktualnya tidak kalah dengan siaran Reality Shaw, Infotainment maupun Entertainment yang sedang ngetop jadi rerasanan, pelajaran budaya baru dan gaya hidup bangsa Indonesia zaman sekarang.
Tetapi penulisan pada buku pasti lebih banyak kata dan ungkapan bijak yang bisa direkam dijadikan etika peradaban sopan-santun dan kesantunan tadi bisa ditularkan kepada generasi berikutnya; sedang budaya menonton (TV) dan mendengar hakekatnya (nikmatnya) tidak bisa diturunkan kepada generasi berikutnya (generasi berikutnya tidak mendapat ilmu apa-apa dari nikmatnya nonton TV generasi yang lalu).
{[['
']]}
Mencari Sarang Angin
Posted by Admin
Posted on 09:38
with No comments
Mencari Sarang Angin. “Seorang tidak selalu harus wani ngalah luhur wekasane (berani ngalah bahagia pada akhirnya) seperti yang menjadi panutan orang jawa…. ajaran hidup yang banyak didendangkan para abdi, para petani, juga para bangsawan, dan dianjurkan oleh para guru kepada murid-muridnya. Berbantah, melawan…. Itu suatu kekuatan jasmani yang perlu dimiliki sesorang dalam mempertahankan atau memperebutkan kedudukannya,” kata Beatrix ketika Darwan berpamitan kepadanya.
Darwan memilih pergi, ketika dirinya dituduh demen dengan Kundarti yang adalah selir Kanjeng Rama-ayahnya. Meski Beatrix, teman dekatnya yang berdarah Belanda itu sangat tak setuju. Pasalnya, Kundarti dalam certia bersambung Darwan Prahara Ing Surakarta di surat kabar Dagblad Expres adalah perempuan keturunan feodal kental dan punya gagasan kerakyatan yang hebat. Bukan Kundarti yang ada di rumahnya. Darwan hanya meminjam nama.
Tapi sejatinya, Darwan memang ingin terbang ditiup angin lebih tinggi lagi. Darwan mau kehidupan yang lain dari kehidupan saudara-saudaranya yang masih mengandalkan warisan kekayaan dan keturunan kebangsawanan Surakarta Hardiningrat. Meski kepergiannya itu dicebil dengan istilah “Ngoleki susuhe angin” alias “Mencari Sarang Angin”. Mencari hikmah dari miteri kehidupan, dan yang diperoleh juga tetap misteri ….. Tidak pandang bulu keturunan ningrat atau bukan!
{[['
']]}
Mahligai Di Ufuk Timur
Posted by Admin
Posted on 09:37
with No comments
MAHLIGAI DI UFUK TIMUR, judul ke tiga dari trilogi Gadis Tangsi, Kerajaan Raminem. Melanjutkan lakon tentang Teyi dan simboknya, Raminem. Berkisah tentang kehidupan Teyi sebagai petani di desa serta hubungan asmaranya dengan Cudanco PETA Raden Mas Kus Bandarkum bangsawan Surakarta Hadiningrat pada akhir zaman Jepang.
Banyak menampilkan data historis dan sosiologis, kandungan sejarah, dan punya makna dalam perkembangan bahasa Indonesia. Pecinta sastra dan sejarah seharusnya memiliki buku ini.
{[['
']]}







